Kalau mendengar istilah flexible laryngoscope, mungkin yang langsung terbayang adalah scope yang bisa ditekuk dan diarahkan sesuai kebutuhan pemeriksaan.
Tapi ada satu bagian yang menarik untuk ikut diperhatikan, yaitu bagaimana gambar ditangkap dari ujung scope tersebut.
Di sinilah teknologi Chip-on-Tip mulai berperan.
Chip-on-Tip sendiri, merupakan teknologi yang menempatkan kamera langsung pada bagian distal tip scope. Jadi, kamera berada di ujung yang memang masuk dan diarahkan selama pemeriksaan, bukan berada jauh di bagian belakang scope.
Kelihatannya sederhana, tapi penempatan kamera ini membawa perbedaan tersendiri pada sebuah Video Flexible Laryngoscope.
Apa yang Dimaksud dengan Chip-on-Tip?
Secara sederhana, Chip-on-Tip berarti sensor kamera ditempatkan langsung pada ujung scope.
Pada teknologi yang menggunakan serat optik, gambar dari ujung scope perlu diteruskan melalui serat kaca menuju bagian pengamatan. Sementara pada Chip-on-Tip, proses pengambilan gambar dilakukan langsung oleh kamera yang berada di distal tip.
Jadi ketika dokter mengarahkan ujung scope ke area yang ingin diperiksa, kamera juga ikut bergerak di bagian tersebut.
Nah, dari sinilah teknologi ini menjadi menarik pada flexible laryngoscope.
Kenapa Penempatan Kamera di Ujung Bisa Berarti?
Karena pada pemeriksaan laring, scope tidak hanya perlu fleksibel. Dokter juga perlu mengarahkannya mengikuti kebutuhan pemeriksaan.
Dengan kamera yang berada langsung di distal tip, desain Video Flexible Laryngoscope dapat dibuat lebih compact dan tetap mendukung keleluasaan saat melakukan manuver.
Kamera dan light source juga berada langsung di bagian ujung scope, sehingga keduanya ikut mengikuti arah scope ketika digunakan.
Jadi, ketika membicarakan flexible laryngoscope, sebenarnya ada lebih banyak hal yang bisa dilihat daripada sekadar kemampuan scope untuk menekuk.
Teknologi di baliknya juga ikut menentukan bagaimana scope tersebut bekerja.
Video Flexible Laryngoscope dengan Teknologi Chip-on-Tip
Melihat kebutuhan tersebut, PT Nusa Medika Indonesia menghadirkan Video Flexible Laryngoscope dengan teknologi Chip-on-Tip, dengan kamera dan light source yang ditempatkan langsung pada distal tip.
Teknologi ini menjadi salah satu pendekatan yang memungkinkan scope tetap compact sekaligus mendukung kebutuhan manuver selama pemeriksaan.
Jadi, kalau Dokter sedang mempertimbangkan Video Flexible Laryngoscope, mungkin bukan hanya kata flexible yang perlu diperhatikan.
Coba lihat juga apa yang ada di ujung scope tersebut.
Jadi, saat memilih Video Flexible Laryngoscope, jangan hanya melihat seberapa fleksibel scope-nya. Perhatikan juga teknologi di balik visualisasinya, termasuk apa yang ada di ujung scope.
