Aceh, 12 September 2026 — PT Nusa Medika Indonesia turut hadir dalam P2B2 XXIII PABI (Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan XXIII Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia) yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di The Muraya Hotel, Aceh. Dalam kegiatan ini, Nusa Medika Indonesia menghadirkan Open Table sekaligus mendukung hands-on workshop dengan teknologi USG Wireless Handheld + AI.
Kehadiran Nusa Medika Indonesia menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mempertemukan para dokter bedah untuk berbagi pengetahuan, mengikuti pembelajaran praktis, serta mengenal perkembangan teknologi medis yang dapat mendukung kebutuhan praktik.
Mendukung Hands-On Workshop Ultrasound-Guided Core Biopsy
Salah satu kegiatan yang didukung oleh Nusa Medika Indonesia adalah hands-on workshop dengan tema “Ultrasound-Guided Core Biopsy in Breast Lesions.”
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari penggunaan ultrasonografi sebagai bagian dari proses tindakan core biopsy pada lesi payudara. Pengalaman hands-on memungkinkan peserta untuk mengenal penggunaan perangkat secara lebih langsung dalam mendukung proses pembelajaran.
Untuk mendukung workshop tersebut, Nusa Medika Indonesia menghadirkan USG Wireless Handheld + AI, perangkat ultrasonografi dengan desain wireless dan portable yang memberikan fleksibilitas dalam penggunaannya.
Konsep perangkat yang ringkas dan portable menjadi salah satu aspek yang relevan untuk kebutuhan praktik di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, terutama ketika mobilitas dan kemudahan akses terhadap perangkat menjadi pertimbangan.
USG Wireless Handheld + AI untuk Mendukung Mobilitas Praktik
Selain digunakan dalam hands-on workshop, USG Wireless Handheld + AI juga mendapat respons dari dokter yang menggunakannya untuk kebutuhan praktik.
Salah satunya adalah dr. Fachrul Razi, Sp.B, yang memilih USG Wireless Handheld + AI karena mempertimbangkan kebutuhan penggunaan ultrasonografi di berbagai rumah sakit.
“Kalau praktik di berbagai RS, kadang susah menentukan lagi di mana benjolannya. Kalau harus dorong USG besar di kamar operasi juga susah. Yang wireless dan portable ini sangat membantu.”
Pengalaman tersebut menggambarkan bagaimana aspek wireless dan portable dapat menjadi pertimbangan ketika dokter membutuhkan akses terhadap perangkat USG di berbagai kondisi dan lokasi praktik.
Dengan bentuk yang lebih ringkas dibandingkan perangkat USG konvensional, USG Wireless Handheld + AI memberikan fleksibilitas bagi dokter dalam membawa dan menggunakan perangkat sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.
Open Table, Ruang Bertemu dan Berdiskusi Bersama Dokter
Selain mendukung hands-on workshop, Nusa Medika Indonesia juga hadir melalui Open Table selama rangkaian P2B2 XXIII PABI.
Open Table menjadi ruang bagi para dokter dan Kawan Nusa untuk berinteraksi secara langsung bersama tim Nusa Medika Indonesia, mengenal lebih dekat teknologi medis, serta berdiskusi mengenai kebutuhan alat kesehatan dalam praktik.
Melalui interaksi tersebut, Nusa Medika Indonesia dapat lebih dekat dengan para dokter sekaligus memperkenalkan berbagai solusi teknologi yang dapat mendukung kebutuhan tenaga kesehatan.
Menghadirkan Teknologi yang Mendukung Kebutuhan Praktik
Partisipasi Nusa Medika Indonesia dalam P2B2 XXIII PABI menjadi kesempatan untuk mempertemukan inovasi teknologi medis dengan kebutuhan praktik di lapangan.
Melalui dukungan terhadap workshop Ultrasound-Guided Core Biopsy in Breast Lesions dan pengenalan USG Wireless Handheld + AI, Nusa Medika Indonesia turut mendukung proses pembelajaran sekaligus memperkenalkan teknologi ultrasonografi yang mengutamakan fleksibilitas dan mobilitas.
Kehadiran di P2B2 XXIII PABI juga menjadi bagian dari komitmen Nusa Medika Indonesia untuk terus membangun koneksi dan kolaborasi bersama para dokter melalui edukasi, diskusi, serta pengenalan solusi teknologi medis yang sesuai dengan kebutuhan praktik.
Terima kasih kepada seluruh dokter, peserta, dan Kawan Nusa yang telah menjadi bagian dari P2B2 XXIII PABI. Sampai bertemu di kegiatan Nusa Medika Indonesia berikutnya!