Banjarmasin, 24 Oktober 2026 — Pemeriksaan gangguan menelan atau dysphagia memerlukan pendekatan yang tepat untuk membantu tenaga medis mengevaluasi kondisi pasien. Untuk mendukung peningkatan pemahaman dan keterampilan klinis terkait kondisi tersebut, PERHATI-KL Cabang Kalimantan Selatan menyelenggarakan Seminar & Workshop Challenges in Dysphagia pada 24 Oktober 2026 di Auditorium Amanah Medical Center, Banjarmasin.
Dalam kegiatan ini, PT Nusa Medika Indonesia turut berpartisipasi sebagai Open Table dan Workshop Support. Partisipasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perangkat medis yang dapat mendukung kebutuhan pemeriksaan, sekaligus terlibat dalam sesi praktik langsung bagi tenaga medis.
Salah satu perangkat yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Video Flexible Laryngoscope, yang diperkenalkan dalam sesi hands-on Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES). Melalui sesi tersebut, peserta berkesempatan mengenal penggunaan perangkat secara langsung dalam konteks evaluasi gangguan menelan.
Selain Video Flexible Laryngoscope, PT Nusa Medika Indonesia juga memperkenalkan Portable USB Endoscopy dan Video Otoscope Black & White Version sebagai bagian dari solusi perangkat medis yang tersedia untuk mendukung berbagai kebutuhan pemeriksaan.
Pengalaman Penggunaan Video Flexible Laryngoscope dalam Workshop FEES
Pengalaman penggunaan perangkat secara langsung menjadi salah satu hal penting dalam mengenali kesesuaiannya dengan kebutuhan praktik klinis. Dalam sesi hands-on FEES, Video Flexible Laryngoscope digunakan sebagai bagian dari kegiatan praktik, sekaligus memberikan kesempatan bagi tenaga medis untuk mengenal pengoperasian dan visualisasi perangkat. dr. M. Taufiqurrakhman, Sp.THT-BKL, yang saat ini bertugas di RS Pambalah Batung, Amuntai, turut memberikan ulasan berdasarkan pengalamannya menggunakan Video Flexible Laryngoscope selama workshop.
Ia menyoroti bobot perangkat yang ringan, kemudahan penggunaan, tampilan visual yang jelas, serta pencahayaan yang dinilai cukup mendukung. Dari sisi kebutuhan praktik, aspek keterjangkauan harga juga menjadi pertimbangan, khususnya bagi dokter yang menjalankan praktik klinik.
“Perangkatnya ringan, mudah digunakan, pandangannya jelas, dan pencahayaannya juga cukup baik. Untuk dokter yang menjalankan praktik klinik, perangkat ini juga bisa menjadi pilihan dengan harga yang terjangkau.”
— dr. M. Taufiqurrakhman, Sp.THT-BKL
RS Pambalah Batung, Amuntai
Ulasan tersebut memberikan gambaran mengenai aspek-aspek yang dipertimbangkan tenaga medis saat memilih perangkat pemeriksaan, mulai dari kemudahan pengoperasian dan kualitas visual hingga kesesuaian dengan kebutuhan serta anggaran praktik.
Memperkenalkan Solusi Alat Kesehatan untuk Kebutuhan Klinis
Melalui partisipasi dalam Seminar & Workshop Challenges in Dysphagia, PT Nusa Medika Indonesia tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan tenaga medis dan memperoleh masukan mengenai pengalaman penggunaan perangkat di lapangan.
Kehadiran melalui Open Table dan dukungan pada sesi workshop menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dengan tenaga kesehatan, sekaligus memperkenalkan solusi perangkat medis yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan pemeriksaan dan peruntukannya.
PT Nusa Medika Indonesia terus berupaya menghadirkan perangkat medis untuk mendukung kebutuhan tenaga kesehatan dalam praktik klinis. Melalui partisipasi dalam kegiatan ilmiah dan workshop seperti ini, kami berharap dapat terus menjalin kolaborasi dengan tenaga medis serta memahami kebutuhan pemeriksaan yang berkembang di lapangan.
